Kemendesa Latih Hilirisasi Garam di Kaliori, Camat Dorong Produk Unggulan Desa Berdaya Saing
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi (PEI) menggelar Pelatihan Teknis Pengembangan Hilirisasi Produk Unggulan Berbasis Kelautan (Garam) di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, selama tiga hari, 4–6 Agustus 2026.
Kegiatan ini diikuti peserta dari lima desa, yakni tiga desa di Kecamatan Kaliori meliputi Desa Dresi Kulon, Desa Tambakagung, dan Desa Mojowarno, serta dua desa di Kecamatan Lasem, yaitu Desa Dasun dan Desa Gedongmulyo. Pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah garam menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar.
Camat Kaliori, Dwi Susilowati, hadir membuka kegiatan sekaligus menyampaikan ucapan selamat datang kepada para tamu undangan, narasumber, dan seluruh peserta. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang telah memfasilitasi peningkatan kompetensi masyarakat pesisir melalui pelatihan tersebut.
"Potensi garam di wilayah Kecamatan Kaliori adalah anugerah yang harus dikelola dengan ilmu dan keterampilan. Melalui pelatihan ini, kami berharap para pembudidaya dan pengrajin garam dapat meningkatkan kualitas produk, menambah nilai jual, dan membawa kesejahteraan yang lebih nyata bagi masyarakat," ujar Dwi Susilowati.
Menurutnya, hilirisasi menjadi langkah penting agar komoditas garam tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
"Kami berharap ilmu yang didapat dapat diterapkan dan dikembangkan bersama-sama, agar garam dari Kaliori makin berkualitas, makin bernilai, dan makin dikenal luas. Mari kita wujudkan kemandirian dan kemajuan ekonomi masyarakat pesisir kita," tambahnya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi mulai dari inovasi pengolahan garam, peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran digital, hingga teknik pengemasan yang menarik. Narasumber berasal dari berbagai lembaga, di antaranya praktisi Shopee Jakarta yang membagikan strategi pemasaran melalui platform digital, BPOM yang memberikan materi mengenai keamanan pangan dan legalitas produk, serta praktisi kemasan yang membekali peserta dengan teknik pengemasan modern untuk meningkatkan daya saing produk.
Salah seorang peserta dari Desa Tambakagung, Siti Aminah, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan pada usaha garam yang selama ini ditekuni.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami jadi memahami bagaimana mengolah garam agar memiliki nilai jual lebih tinggi, membuat kemasan yang menarik, hingga cara memasarkan produk secara online. Semoga ilmu ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat," katanya.
Hal senada disampaikan Ahmad Fauzi, peserta dari Desa Dasun, Kecamatan Lasem. Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber sangat relevan dengan kebutuhan pelaku usaha di desa.
"Selama ini kami fokus pada produksi. Sekarang kami mendapat wawasan tentang pentingnya branding, izin edar, standar keamanan pangan, dan pemasaran digital. Ini menjadi bekal untuk mengembangkan usaha garam agar lebih maju," ujarnya.
Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap masyarakat pesisir mampu mengembangkan industri hilirisasi garam berbasis potensi lokal sehingga lahir produk-produk unggulan desa yang berkualitas, memiliki daya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam mendorong penguatan ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi sumber daya kelautan yang berkelanjutan. [R]
#KalioriLebihKompak #ProdukUnggulanKelautan #GaramKaliori #EkonomiDesa #KalioriMaju